7 Tradisi Masyarakat Indonesia yang WOW Banget

tradisi indonesia
Gambar : shopback.com

7 Tradisi Masyarakat Indonesia yang WOW Banget
| Indonesia adalah negara yang kaya akan suku, adat, bahasa, dan kebudayaan. Bahkan, Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas sehingga dihuni oleh berbagai masyarakat adat. Kali ini Renayku akan bercerita tentang 7 tradisi masyarakat Indonesia yang WOW banget. Seram dan membuat bulu kuduk berdiri, itulah ciri-cirinya. Sudah penasaran? Simak ulasannya berikut ini.

Seba ala Suku Baduy di Banten, Jawa Barat

Seba dalah tradisi berjalan kaki dari Rangkasbitung sejauh 100 km untuk bersilaturahim. Tradisi ini dilakukan setiap tahun oleh suku baduy. Masyarakat Jakarta mungkin kerap melihat tradisi Seba ini termasuk Renayku sendiri. Beberapa kali Renayku melihat orang-orang Baduy datang ke Jakarta tanpa alas kaki dengan berjalan kaki.

Pada awalnya, saya terheran-heran. Namun, setelah datang langsung ke perkampungan Baduy, barulah saya tahu kalau itu memang kebiasaan mereka. Namanya kebiasaan pasti sudah sering dilakukan sehingga tidak akan merasa berat.

FYI, berkunjung ke area Baduy Dalam aja sulit lho medannya. Mendaki gunung dan lewati lembah. Capek banget cyiin. Kalau untuk kita orang modern yang jarang olahraga karena pergi ke tempat cukup dekat aja naik motor, pasti kebiasaan ini terasa sangat berat.

Kebo-Keboan di Banyuwangi, Jawa Timur

Kebo-keboan adalah acara yang kerap dilakukan oleh masyarakat Banyuwangi untuk memohon kesuburan tanah (sawah) dan hasil panen yang melimpah. Masyarakat Banyuwangi yang kerap menjalankan tradisi ini adalah Suku Osing.

Kebo-keboan bisa dilihat setiap tahunnya di Desa Alasmalang dan Aliyan pada 10 Muharram atau bulan Suro. Seperti apa acaranya? Acara ini berupa arak-arakan orang yang kerasukan roh gaib untuk dibawa ke rumah kebudayaan Kebo-Keboan ini. Acara adat ini diakhiri dengan penaburan benih di sawah oleh para petani untuk meminta tolong kepada Dewi Kesuburan dan Dewi Sri (Dewi Padi).

Tradisi Titi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat

Suku Mentawai terbiasa untuk membuat tato di tubuh yang diberi nama Titi. Menato tubuh di Kepulauan Mentawai tidak semudah membuat tato seperti kebiasaan orang-orang biasa. Harus ada persiapan selama berbulan-bulan sebelum menaruh Titi di tubuh. Persiapan berupa upacara adat yang dipimpin oleh dukun adat yang mereka percaya. Acara dilanjutkan dengan memotong babi dana yam oleh tuan rumah yang akan menato tubuhnya. Setelah rangkaian adat selesai, barulah bisa menato tubuh.

Motif tato tidak boleh sembarangan karena tato ini berfungsi sebagai identitas dan jati diri Suku Mentawai. Mereka melakukannya secara tradisional dengan menusuk tubuh memakai jarum bertangkai kayu. Rasanya bisa jauh lebih pedih daripada tato biasa sepertinya ya gaes karena Renayku gak pernah ditato. Jarumnya terbuat dari tulang hewan atau kayu karai yang diruncingkan. Sudah terbayang bagaimana rasanya? Mending gak usah dibayangin ya gaes!

Ikipalin di Papua

Suku Dani yang berada di Lembah Baliem, Papua memiliki cara yang ekstrem untuk mengungkapkan kesedihan. Kalau Renayku sih cuma nangis ketika sedih, tapi Suku Dani puny acara berbeda. Mereka justru menyakiti diri sendiri. Udah sedih tambah sedih deh tuh. Hih apa sih yang mereka lakukan? Kesedihan apa yang membuat mereka semakin menyakiti diri sendiri?

Ternyata mereka memotong jari tangan sendiri, ketika ada anggota keluarga yang meninggal. Ya ampun, namanya udah ajal masa harus sedih yang segitunya ya hiks.

Alasan hal ini dilakukan adalah mencegah malapetaka yang membuat nyawa akan melayang lagi secara berulang. Mungkin seperti menyusul ke alam sana kali ya. Ikipalin dilakukan dengan memakai benda tajam seperti pisau, kapak, parang, golok, dan lainnya. Orang yang merasa sedih pasti langsung memotong jari-jari tangannya. Huaaa serem banget! Untungnya, tradisi ini sudah mulai dihilangkan oleh Suku Dani karena mereka sudah mulai terbuka dengan peradaban modern.

Ritual Tiwah di Kalimantan Tengah

Ada tradisi khusus yang biasa dilakukan di Kalimantan Tengah. Namanya Tiwah, yaitu upacara yang dilakukan oleh Suku Dayak untuk orang-orang yang sudah lama meninggal. Ritualnya berupa pengantaran tulang orang-orang yang sudah lama meninggal ke sebuah rumah yang disebut Sandung. Tujuan ritual ini adalah meluruskan perjalanan arwah menuju Lewu Tatau atau Surga. Ritual ini juga dilakukan untuk membuang sial bagi keluarga yang ditinggalkan.

Pemakaman Unik Khas Minahasa, Sulawesi Utara

Ada sebuah ritual unik khas Minahasa yang biasa dilakukan ketika pemakaman. Sebelum dimakamkan, jenazah akan diposisikan duduk sambil memeluk kaki-kakinya. Kemudian dimasukkan ke dalam liang lahat dengan menghadap ke utara. Posisi seperti itu melambangkan kesucian dan kebaikan bagi jenazah. Ini adalah kepercayaan masyarakat setempat sesuai dengan cerita turun temurun dari nenek moyang mereka.

Tradisi Pasola, Sumba

Pasola adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Sumba di Nusa Tenggara Timur. Tradisi ini berupa perang berdarah yang dilakukan dua kelompok laki-laki terpilih di Pulau Sumba. Para lelaki tersebut  harus naik kuda sambil melukai satu sama lain dengan tombak kayu yang tajam. Orang-orang Sumba percaya bahwa pertumpahan darah dapat menyuburkan tanah sehingga hasil panen berikutnya akan

Itulah 7 tradisi masyarakat Indonesia yang WOW banget. Sudah merinding belum? Hati-hati gak bisa tidur ya nanti malam setelah baca ini. Hahaha peace ya guys! Cintai Indonesia seperti kamu mencintai diri sendiri.

Penulis Tamu : Retno Ayu Kusuma



1 komentar untuk "7 Tradisi Masyarakat Indonesia yang WOW Banget"

  1. Xixixi.. serem.. ngeri2 sedap.. budaya harus tetap dihormati apalagi Indonesia banyak banget sukunya jadi budayanya macem2 dan masih banyak lagi yang aneh

    BalasHapus

Posting Komentar

Berlangganan via Email