Perjalanan Media Sosial dari Waktu ke Waktu

 

social media
Photo by dole777 on Unsplash
Kalau mengingat asal muasal media sosial, saya paling ingat yang namanya Friendster. Ada yang tahu? Kalau tahu berarti kita seumuran, anak 90-an 😂.

Dulu waktu Friendster booming itu, seru banget karena bisa ngubah tema dan lainnya. Tapi entah alasan apa, kepopuleran Friendster langsung cepat digantikan oleh Facebook. Saya inget banget waktu itu tahun 2009 saya gabung di Facebook. Udah hampir 10 tahun ternyata 😂.

Terus tak lama kemudian Twitter menghadirkan cuitan dengan karakter terbatas dan pelopor sistem follow-followan. Dimana akhirnya publik figur lebih banyak menggunakan Twitter karena lebih privasi (tidak seperti Facebook yang harus mengonfirmasi pertemanan).

Mengenai munculnya Instagram, ada cerita lain lagi nih. Saat itu saya masih menjadi penyiar di salah satu stasiun Radio Kampus di sekolah. 

Saya kebetulan membawakan berita-berita terbaru tentang teknologi dan sebagainya. Pada saat siaran itu saya sampaikan sesuai berita yang saya baca kalau suatu saat akan ada media sosial yang berbasis foto. Yang dimana mereka bercerita melalui foto. Tidak seperti Facebook yang dasarnya adalah status (meski bisa juga menggunakan fitur foto).

Eh tidak berapa lama kemudian ternyata muncullah Instagram. Yang menjadi primadona media sosial sampai sekarang ini.

Sebelumnya juga ada Snapgram, Ask.fm, dan masih banyak media sosial lainnya. Intinya adalah platform yang bisa saling menghubungkan itu bisa disebut media sosial.

Wah keren yah. Sesuatu yang sebelumnya tidak ada, namun setelah ada justru orang seperti tak bisa lepas darinya.

Sekarang sedang booming media sosial berbasis video, seperti Tiktok dan SnackVideo. Setelah sebelumnya Youtube yang sampai sekarang tetap menguasai. Cuma bedanya youtube lebih ke konten video yang panjang, sedangkan Tiktok lebih singkat. Bite size kalau kata orang.

Kalau dipikir-pikir hampir setiap orang yang sudah memegang handphone pasti memiliki akun media sosial. Bahkan untuk bayi yang baru lahir sekalipun. Hehe.

Nah sebenarnya bukan mengenai media sosial mana yang bagus, itu sesuai selera masing-masing. Yang penting mari kita sama-sama tetap mengontrol hidup di dunia maya. Jangan sampai berlebihan atau membawa mudharat.

Dan mari manfaatkan media sosial untuk sesuatu yang berfaedah. Misalnya dengan membuat konten yang lagi in seperti microblog, baik berupa informasi, hiburan, inspirasi,  maupun apa saja yang berkaitan dengan hal-hal yang bermanfaat untuk orang banyak.

Posting Komentar untuk "Perjalanan Media Sosial dari Waktu ke Waktu"